“Jadi tempat curhat yang asyik? Ini resepnya!”

Dalam bersosialisasi dan menjalin pertemanan dengan siapapun bahkan teman di dunia maya sekalipun. Seringkali kita temui teman kita curhat mengenai masalahnya. Dengan menjadi tempat curhat buat orang lain sebenarnya banyak hal yang kita dapati. Seperti melatih kesabaran kita memahami permasalahan orang lain dan belajar berempati terhadap orang lain. Tapi gimana sih caranya  agar kita bisa menjadi tempat curhat yang baik?

curhat

Jagalah kontak mata

Mendengarkan seseorang bercerita memang menggunakan indera pendengaran (telinga). Namun ada satu indera lain yang cukup penting diperhatikan. Kontak mata dengan pendengar merupakan hal yang penting untuk menjadi seorang pendengar yang baik. Bayangkan jika kamu sedang bercerita lalu lawan bicaramu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Nggak enak kan rasanya? Hal itu bisa mengindikasikan kalau nggak tertarik pada pembicaraan. Untuk itu lakukan kontak mata secara wajar dengan temanmu yang sedang curhat dan amati bahasa tubuhnya. Tapi bukan berarti memelototi lho!

Jangan memotong

Kalau teman sedang bercerita biasanya kita selalu saja ingin mengomentari atau menginterupsi. Boleh boleh saja mengomentari tapi dengarkanlah terlebih dahulu. Kalau orang yang bercerita biasanya ingin didengarkan terlebih dahulu. So cari saat yang tepat untuk memberi pendapat padanya. Mungkin pada saat jeda ia bicara atau apabila ia menanyakan pendapat kita mengenai masalah yang diceritakannya. Umpamakan dirimu seperti seorang dokter yang sedang mendiagnosa pasiennya. Tunggu sampai si pasien menceritakan semua keluhannya. Baru kita bisa menyimpulkan.

Kasih perhatian

Berikanlah perhatian dan respon yang bersahabat. Saat temanmu sedang curhat jangan sampai perhatianmu teralihkan. Ingat saat temanmu sedang curhat bukan berarti kamu hanya dengerin doang. Berempatilah terhadap apa yang ia rasakan. Coba pahami permasalahannya seolah olah kamu mengalami juga. Dengan begitu ia akan merasa senang dan merasa dihargai.

Berbagi pengalaman

Mungkin kamu pernah mengalami pengalaman yang sama tentang masalah yang ia ceritakan. Tapi janganlah terburu-buru untuk mengomentari Apalagi malah jadi asyik menceritakan pengalaman pribadimu dan menyombongkan diri kalau itu adalah hanya masalah sepele. Alangkah baik bila kamu mendengarkan dia terlebih dulu. Baru di akhir percakapan kamu bisa berbagi pengalaman dan menginspirasinya untuk mengatasi masalahnya.

Jaga Rahasia

Ini dia hal terakhir yang paling penting. Kedengarannya sederhana tapi untuk melakukannya agak sulit. Kamu harus pintar menjaga rahasia orang. Coba bayangkan jika rahasiamu diumbar oleh oranglain. Tidak mengenakkan bukan? Rasanya seperti dikhianati dan menjadi ladang gosip. Sekalinya kita mengumbar rahasia orang maka jangan harap kita akan dipercaya lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s